Senin, 19 Desember 2011

surat cinta dari adikku....
16/12/2011
aku mendapatkan surat dari adik binaan ku,,,
yang memang sebenarnya mereka sengaja ku tugaskan untuk membuatnya,

walau tidak ada kaitan apapu dengan mereka, hubungan darah ataupun segala hal tapi ku meresa inilah ikatan karena ALLAH..... Seperti kisah persahabatan Rasullah dengan para sahabiyah dan sahabat beliau...
ini adalah sebuah rahmat dari Allah ku di pertemukan dengan orang-orang yang sholeh yang membantuku untuk menapaki surga ALLAH...

ya...Allah jagalah mereka dengan RahmatMu...
Jagalah mereka dengan Iman dan  Taqwa Mu...




Kamis, 15 Desember 2011


Titip Rindu untuk Ayah


Seraut wajah penuh gurat. Membuatku selalu teringat larik Ebiet G Ade,

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
Namun kau tetap tabah
Meskipun nafasmu kadang tersengal
Memikul beban yang makin sarat
Kau tetap bertahan

What should I say about him?

Sedari kecil, aku tak terlalu dekat dengannya. Bahkan kedua kakak perempuanku juga demikian. Lumrah mungkin, karena seorang anak memang biasanya lebih dekat dengan ibunya. Sosok wanita yang senantiasa hadir di rumah, membimbing anak-anaknya.

Aku tak terlalu dekat dengannya. Sosok itu selalu pergi pagi pulang sore. Setiap beliau tiba, selalu kucari, adakah ia membawa bingkisan bagiku? Dan ibuku senantiasa menyuruhku menyiapkan makan baginya dan membuatkan teh hangat untukknya. Sebuah permintaan yang selalu kupenuhi sembari enggan menggelayuti jasad. Sebuah sikap yang selalu kusesali hingga saat ini.

Sosok itupun jarang berbicara. Selalu kulihat ia bekerja dalam diam. Ah, satu sifat yang lewat kuteladani. Ya, ayah adalah sosok yang serba bisa menurutku. Dan jelas dambaan wanita masa kini. Karena beliau tidak pernah segan melakukan pekerjaan apapun itu, tanpa melalaikan amanahnya sebagai ayah. Bahkan kadang kupikir, di beberapa sisi beliau lebih jago dari ibuku. Beliau bisa membuatkan ku meja belajar dengan rapi dan sangat teliti. Membuatkan keterampilan dari bambu untuk kakak perempuanku, karena tugas dari sekolah waktu kakakku masih sekolah dasar. Memasak dengan enak. Membuat sendiri beberapa perkakas dapur dari kayu. Membersihkan halaman dan menggunting rumput. Pernah suatu kali,ku melihat beliau terluka karena senjata tajam pemotong rumput mengenai tangan beliau.

Benar, ayah adalah pekerja yang sangat teliti dan sangat ulet. Kadang aku dan juga kakak-kakakku sering gemas ... "Ayo dong Yah, cepetan dikit! Atau kita aja deh yang ngerjain". Tapi proses yang 'lambat' itulah yang mewujudkan hasil mengesankan. Sehingga aku terikut-ikut beliau menjadi anak yang lambat tetapi kurang teliti. hehehe

Suatu ketika kami membuat perahu dan Mengecat bersama. Pergi ke pasar dengan pakaian lusuh. Beli sepeda, lalu kita kayuh bergantian. Menemaniku waktu ku mengikuti suatu perlombaan dan dialah yang menyemangatiku. Membelikanku gula-gula harum manis yang besar, karena saat itu aku malu memegangnya. Memboncengku di sepeda 'unta. Mewariskan kepadaku beberapa cerita-cerita lucunya.

Satu lagi dari ayahku adalah, beliau tidak pernah mengeluh. Walaupun beliau keras kepala dan sangat perhitungan dengan apapun, dan Sungguh! Sosok itu memang jarang tersenyum. Tetapi pengorbanan beliau dalam menjalankan amanah membesarkan putrid-putrinya.tetapi itulah ayahku yang sangat hebat, walau ku tidak bisa merasakan kasih saying dengan belaian dan pelukan beliau, tetapi beliau mencintai anak-anaknya dengan caranya sendiri, ya dalam raut wajahnya yang terbakar matahari dan belaiannya sederas tetesan keringatnya. Beberapa temanku mengaku takut melihat ayahku. Wah, mereka belum tau saja bila isengnya kumat, ayahku bisa meniru sosok artis OVJ seperti Sule dan dkk.

Perpaduan sinergis jarang tersenyum dengan tiada keluhan sedikit pun dari lisannya. Bahkan saat beliau sakit dan harus dirawat di rumah sakit -pertama dan hanya sekali dalam seumur hidupnya-, hingga sosok tegar melalui sakitnya.sakit yang menyerang lambungnya. Akibat pekerjaan berat yang di lakukannya belasan tahun lamanya. Sedikitpun tak pernah kudengar keluhan keluar dari lisannya. Padahal sering beliau tidak melalui malam dengan mata terpejam, karena sakit memerih di perutnya. Bahkan beliau pernah tidak memberikan kabar kepada ku ketika beliau sedang sakit karena tidak ingin kuliahku terganggu.
Ketika ku sebutkan untuk melanjutkan keinginanku melanjutkan jenjang pendidikan, beliau rela mengorbankan semua untuk diriku..
Bahkan kasih sayangnya terlihat ketika beliau tidak ingin terlalu jauh dariku..

Satu ketika seorang sahabat bercerita kepada saya, kakunya ia membangun komunikasi dengan ayahnya. Aku hanya bisa terdiam miris. Menyembunyikan basah di mataku. Duhai sahabat, segeralah bangun komunikasi dengannya. Sebelum maut mewujudkan jarak antaranya. Karena ada cinta di sana, karena ada kasih sayang di hatinya. Untuk anak-anaknya.

Selasa, 13 Desember 2011

hati merupakan sesuatu yang sangat berpengaruh terhadap segala perbuataan,
jika hati itu baik, pasti baik pulalah segala perbuataannya,
tetapi jika rusak hatinya maka rusaklah semua perbuataannya,

rusak hati disini bukan kena liver atau suatu penyakit dan virus, tetapi sakit disini adalah suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan dengan dokter manapun,
yang bisa menyembuhkan hanya dengan cahaya iman, cahaya ILAHI,
dan cahaya kesabaran, kelembutan dan ketabahan dalam menata hati.....
karena hati itu bisa berubah menjadi batu, bisa pula iya bagai salju...dan mungkin dia bagai hujan....
bagaimana kita pandai untuk menata hati????
tata lah sikap dengan selalu memperbaiki kesalahan. jangan segan untuk meminta maaf, perbaiki hubungan dengan sang Ilahi, dan dengan sesama manusia lalu sirami dengan dzikir, dan jangan segan untuk selalu memberi vitamin dengan ilmu...
pelita hati akan menyala, dan cahaya akan menerangi hati di kehidupan.....

norma_cahaya

Kamis, 08 Desember 2011

Seringkali seseorang tersandung
bukan karena batu yang besar
melainkan kerikil yang kecil

Suatu masalah yang terlihat
... lebih jelas dan lebih besar
membuat kita lebih waspada

Sedangkan masalah yang tidak
besar dan terlihat sepele pada
akhirnya justru berubah fatal

Orang yang Sukses bukanlah
orang yang hanya bisa menaiki
tingginya gunung kesuksesan

Tapi dia juga telah meloncati
kerikil2 Masalah disepanjang
perjalanan hidupnya

Jadikan Masalah sebagai
batu loncatan, bukan
sebagai batu sandungan.

- Agus Wijaya -
hari kamis.......ini semoga ku awali dengan berkah............
subhanallah....h....dihari ini banyak sekali ku mendapat nikmat dari Allah,
nikmat kesehatan, keluarga dan masih di mudahkannya aku dalam beraktivitas, serta di mana sekarang kku masih bisa menghirup udara yang begitu segar.

disana......
mungkin, banyak orang yang tidak sebahagia aku,
ketika ku kelua dari rumah, ada seorang lelaki tua yang menarik gerobaknya, ya...
itu pengangkut sampah yang biasa ku liat di setiap pagi,
betapa semangat lelaki itu walau sudah lanjut usia,
dan ku hanya bisa memberikan sedikit senyuman kepada beliau sebagai sedekahku dipagi ini.
walau senyumku jarang ku sunggingkan untuk orang yang berlainan jenis atau maksudku para lelaki,
ternyata,,,,setelah kejaidan itu
beberapa saat kemudian mendekatlah iya kepadaku,
betapa terkejutnya aku, dia memberikan bungkusan hitam kepada ku seraya berkata,,,"nak, betapa senangnya ku hari ini . karena itu ku ingin berbagi sedikit dengan mu kebahagian,"


aku tetap tertegun, "ada apa pak...."
tanyaku sambil mendekati beliau...
bersambung............(mau kuliah)






Rabu, 07 Desember 2011

Allah mencintai orang-orang yang bersabar
ikhlas adalah semua kunci

kesuksesan ruhiyahmu.......
qana'ah adalah perhiasan indah bagimu...
malu adalah sebagai kehormatanmu...